Gruff, band hardcore asal Sidoarjo, resmi melepas EP terbaru mereka berjudul “The Truth Will Remain”. Di dalamnya berisi tiga track dengan total durasi sekitar 14 menit. Track pertama berjudul “Buried Into Agony”, disusul “A Decision Between Despair”, dan ditutup oleh “Vengeance and The Final Massacre”. Salah satu hal yang mencolok adalah durasi tiap lagunya yang terbilang cukup panjang untuk ukuran genre ini.
Dirilis pada 10 Maret 2025 lewat label Submarine Records, EP ini jadi penanda eksplorasi musikal Gruff yang lebih berani dibanding rilisan sebelumnya. Nuansa gelap dan intens terasa kental di sepanjang lagu, jadi bukti kalau Gruff tidak ragu keluar dari zona nyaman tanpa kehilangan karakter keras mereka.
Pesan dalam EP “The Truth Will Remain”
"The Truth Will Remain" adalah pengingat yang kuat bahwa tidak peduli seberapa banyak kepalsuan atau tipu daya yang mencoba mengaburkan kenyataan, kebenaran akan tetap ada. Waktu dapat mendistorsi persepsi, dan kebohongan dapat menyebar, tetapi pada akhirnya, fakta tidak dapat dihapus. Sejarah telah menunjukkan bahwa kebenaran yang ditekan pada akhirnya muncul kembali, mengungkap ketidakjujuran dan menegakkan keadilan. Baik dalam hubungan pribadi, masyarakat, atau peristiwa global, sifat kebenaran yang tak tergoyahkan berfungsi sebagai kompas moral, membimbing kita menuju integritas dan akuntabilitas. Tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan, kebenaran akan selalu ada.
Vokalis Gruff Ceritakan Makna Personal di Balik EP “The Truth Will Remain”
Bagi sang vokalis, EP “The Truth Will Remain” bukan sekadar rilisan musik biasa. Ia menyebut, karya ini menjadi rangkuman dari pengalaman pribadi saat menghadapi fitnah dan kegagalan yang pernah menimpa dirinya.
“Waktu itu saya sempat merasa jatuh karena tuduhan yang tidak benar, dan di situ saya belajar satu hal — bahwa tidak semua orang akan sejalan dengan cara pandang kita. Tapi satu hal yang pasti, kebenaran tidak bisa dikalahkan,” ungkapnya. Ia juga menambahkan, proses menghadapi masa-masa sulit tersebut perlahan membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih kuat. “Mungkin terasa berat di awal, tapi saya percaya akan selalu ada hari yang cerah setelah badai,” tutupnya.
EP ini menjadi penanda perjalanan emosional Gruff yang dikemas dalam nuansa gelap dan penuh intensitas, tanpa meninggalkan karakter khas mereka di ranah musik hardcore.
Tambahan Backing Vocal di EP Terbaru Gruff Hadir Secara Organik
Keterlibatan drummer personel Gruff dalam pengisian backing vocal di EP terbaru mereka ternyata lahir dari kebutuhan musikal yang organik. Menurut sang drummer, tambahan lapisan vokal di beberapa bagian lagu muncul demi memperkuat dinamika dan emosi yang
ingin disampaikan. "Di beberapa part lagu, kami merasa perlu ada tambahan vokal untuk memperkaya nuansa. Saya coba isi dari posisi drum — bukan untuk jadi sorotan, tapi sebagai bagian dari usaha kolektif agar lagu-lagu ini terdengar lebih utuh," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia melihat kontribusi vokal dari dirinya dan personel lain sebagai ruang eksplorasi yang sehat dalam proses berkarya. "Siapa tahu justru bisa melahirkan warna baru yang memperindah hasil akhir, tanpa menggeser semangat kolaboratif yang memang jadi roh utama Gruff," tutupnya.
EP Gruff “The Truth Will Remain” kini sudah bisa didengarkan di berbagai digital platform
The Energetic of Horrible Sound
- All music and arrange by GRUFF
- Vocal (Avis) , Gitar (Hendy), Gitar (Rizky), Drum (Raka), Bass (Eggik)
- Recorderd, Mixing & Mastering by Rezroll
- Lyrics:
- Buried into agony ( Avis )
- A decision between despair ( Avis & Raka )
- Vengeance and the final masacre ( Eggik)
- Artwork : Empty_tears57 / Topek10-7
- Booking : +62-8820-0987-1717

